Tuesday, 3 February 2015

Tips Melepaskan Diri dari Rasa Sakit Hati

Semua orang pasti pernah merasakan sakit hati atau terluka karena perkataan orang lain kepada kita. Dan itu pasti sangat mengganggu kehidupan kita bahkan akan menggangu konsentrasi, menimbulan rasa saling membenci, pertikaian, pertengkaran bahkan mengakibatkan dendam.
Berikut saya akan memberikan tips-tips untuk melepaskan diri dari rasa sakit hati:

Koreksilah diri sendiri, bersihkan hati dan kotoran termasuk iri hati, dengki, sirik, pelit ,culas dan sebagainya. Pastikan bukan diri Anda yang sebenarnya keliru / terlalu sensitif sehingga orang lain berbuat sesuatu yang wajar saja bagi Andasudah menyakitkan hati.

Bila hati nurani sudah memastikan tidak ada yang salah dalam diri Anda, cara yang lain adalah dengan tersenyum tulus dan selalu menampilkan wajah ceria untuk melepaskan sakit hati terhadap orang yang sudah menyakiti hati Anda. pikirkan sisi positifnya bahwa tanpa mereka sadari sebenarnya sikap buruk mereka justru hati nurani Anda menjadi semakin tajam.

Anda sudah merasakan betapa tidak enaknya dihina, dihasut, difitnah, dimanfaatkan dan sebagainya sehingga Anda tidak berani melakukan sikap buruk yang sama. Secara tidak langsung mereka sudah menyebabkan kebaikan-kebaikan dalam hati nurani Anda yang semakin indah dalam sikap maupun perbutan Anda.

Berusahaalah bersikap manis sebagai bentuk terima kasih pada orang yang sudah menyakiti hati Anda. Bagaimanapun mereka sudah menginspirasi Anda, mendidik diri Anda untuk tidak melakukan tindakan serupa. Sikap dan tindakan Anda nanti menjadi lebih terkontrol sehingga tidak berbuat sesuatu yang dapat menyakiti orang lain.

Tanamkanlah dalam pikiran Anda bahwa orang yang sudah menyakiti hati Anda memiliki andil yang sangat besar dalam membesarkan tekad dan kemampuan Anda. Mereka sudah membuat Anda memiliki pribadi yang kuat dan sabar yang membuat Anda tidak mudah goyah mengatasi situasi sulit apapun dalam upaya mengejar cita-cita dan menjadi oarang yang HEBAT. :-)


semoga bermanfaat.. :-)

Saturday, 24 January 2015

PELABUHAN DAN KAPAL

PELABUHAN DAN KAPAL
Ada sebuah pelabuhan yang tak terlalu besar juga tidak terlalu luas. Pelabuhan itu tak terlalu ramai dikunjungi kapal-kapal yang hanya ingin sekedar istirahat karna lelah berlayar. Kapal-kapal itu merasa tempatnya tak cukup luas. Meskipun pelabuhan itu kecil dan sempit tapi pelabuhan itu memiliki pemandangan yang indah. Pantai yang bersih, air laut yang bening, batu karang yang indah dan beragam hewan laut yang cantik dapat terlihat kasat mata.
Hingga suatu hari pelabuhan itu cukup ramai dikunjungi kapal-kapal kecil yang ingin beristirahat. Pelabuhan itu senang sekali. Dia merasa dia berguna karena ada kapal yang berlabuh meskipun itu hanya kapal-kapal kecil. Dengan sabar dan ikhlas dia menerima setiap kapal yang datang. Dia tahu kapal-kapal itu pasti akan pergi lagi meninggalkannya. Dia tidak bersedih apabila kapal-kapal itu beranjak pergi untuk melanjutkan pelayaran, bahkan dia sangat bahagia.
Dan suatu saat ada sebuah kapal besar,cantik,megah datang berlabuh di pelabuhan itu, pelabuhan itu senang sekali. Tapi pelabuhan itu berfikir  “mana mungkin kapal sebesar dan secantik itu akan berlabuh di pelabuhanku yang sempit ini.????”. Apa yang di fikirkan pelabuhan itu salah, kapal tadi benar-benar singgah di Pelabuhan itu.
Sehari, seminggu, sebulan bahkan berbulan-bulan kapal itu masih saja belum berlayar kembali. Lama semakin lama pelabuhan dan kapal itu semakin dekat. Pelabuhan  itu mulai menyukai dan berharap  agar kapal itu tetap di sini tapi pelabuhan itu menepis semua harapannya karna dia tahu apa yang akan datang padanya pasti akan pergi lagi, dia hanya sebagai tempat singgah dan tak mungkin baginya kapal itu akan singgah selamanya.
Sudah berbulan- bulan kapal ada di pelabuhan bahkan hampir satu tahun. Pelabuhan mulai berfikir “apa dia tak akan pergi.? Dia merasa nyaman di sini atau dia hanya ingin lebih lama lagi.???”. Pelabuhan mulai mencintai kapal itu, bahkan dia mulai lupa akan apa yang datang padanya pasti akan pergi. Keakrapan pelabuhan dan kapal tadi semakin dekat. Pelabuhan itu benar-benar mencintai kapal itu. Dan berharap kapal itu akan tetap ada bersamanya.
Saat yang sangat tak diinginkan itupun tiba yaitu kepergian sang  kapal. Kapalpun pergi, pergi begitu saja bahkan ia tak berpamitan dengan pelabuhan. Pelabuhanpun mengetahui kepergian kapal tadi, ia bersedih dan sangat kecewa. “mengapa kapal itu pergi begitu saja.? Apa dia marah padaku.? Ataukah dia tak menyukaiku lagi.? Apa yang salah denganku.?” . Kesedihan Pelabuhan itu semakin berlarut-larut hingga dia sempat menutup pelabuhannya tapi dia sadar, dia ingat perkataannya “apa yang akan datang padanya pasti akan pergi”. Pelabuhan itu kembali bersemangat dan tak bersedih lagi, tak ada gunanya menangisi hal yang telah pergi karena setiap pertemuan ada perpisahan dan setiap perpisahan ada pertemuan. Keceriaan kapal itu kembali.
Apa yang dapat kita ambil dari ilustrasi diatas.?
Disini Kita itu adalah pelabuhan dan kapal itu adalah semua hal yang kita cintai entah itu barang,teman, sahabat, ataupun orang-orang yang kita cintai dan orang-orang yang ada di sekitar kita. Suatu saat nanti semua itu kan meninggalkan kita dan kita jangan berlarut larut dalam kesedihan karna yang meninggalkan kita pasti  kembali.

Bintang Jalan

Bagai mutiara dari timur

Kepulauan Nusantara Bagaikan Mutiara dari Timur

Perlu disadari bahwa Nusantara merupakan kepulauan yang sangat kaya dan indah. Bagaikan “mutiara dari timur”, Nusantara atau kepulauan Indonesia memiliki flora dan fauna yang sangat berwarna warni, hasil dan persediaan tambang ada dimana-mana, begitu juga hasil pertanian dan perkebunan melimpah dengan hasil rempah-rempah yang selalu menggugah selera.Orang-orang eropa berusaha sekuat tenaga untuk menemukan daerah penghasil rempah-rempah. Rempah-rempah ini menjadi komoditas perdagangan yang sangat laris di Eropa. Derah yang menghasikan rempah-rempah itu tidak lain adalah kepulauan Nusantara. Orang-orang eropa menyebut daerah itu dengan nama Hindia. Bagaikan “memburu mutiara dari timur”,orang-orang Eropa berusaha datang ke Kepulauan Nusantara untuk mendapatkan rempah-rempah. Sungguh Tuhan Yang Maha Pemurah telah menganugerahkan  bumi  Nusantara yang kaya ini untuk kita semua. Oleh karena itu,sudah sepantasnya kita bersyukur atas nikmatNya, dengan menjaga dan melestarikannya. Kekayaan dan keindahan tanah Nusantara itu pula yang menarik dan menggiurkan bangsa-bangsa lain untuk datang. Sekarang mereka datang ke Indonesia, ada yang sebagai wisatawan, ada sebagai penanam modal, ada yang bekerja seperti konsultan,dll. Tetapi dalam perjalanan bangsa Indonesia kedatangan bangsa-bangsa asing di Nusantara yang di mulai abad ke-16 ternyata telah membawa sebuah perubahan besar dengan terjadinya suatu masa penjajahan bangsa barat.